Minggu, 16 Februari 2014

UNTUK KAMU YANG SUDAH BERDEBU

Kubuka lembaran dan titipan kertas darimu, terasa usang dan makin berdebu, seperti kita yang telah berpisah dan kini bernama masa lalu. Anganku terbang... berkelana menjemput masa lalu itu, saat kita tertawa, ceria dan membagi semua yang hanya berdua... ahh sungguh aku begitu merana sekarang. Tidak ada kamu, tidak ada ceria dan tidak ada bahagia.

Mungkin... disana kau bahagia atau mugkin sama, kau merana juga ? Jikalau aku anak yang sungguh spesial dimata Tuhan, aku ingin kembali kemasa lalu itu sekarang, aku ingin ada kamu disisiku lagi, aku ingin kita bersama lagi. aku ingin..... mencintaimu sekali lagi.

Tapi apa bisa ? apa aku mampu ? dan apa sanggup menjaga cintamu sekali lagi ? Dulu akulah yang ingin kita berakhir, dulu akulah yang ingin kita berpisah dan sekarang.... aku ingin kita kembali lagi.


Untuk kamu yang sudah berdebu, disudut bumi yang jauh ini masih ada aku yang berharap dan merindukanmu, rasakanlah dan nikmatilah.

Entah didunia bagian mana sekarang kau berada dan masih tidakkah kau merindukanku itu biarlah menjadi tujuanku, tujuanku untuk kembali dan bertanya... berharap dan memelas.


Untukmu yang berdebu, aku akan mencari dan menemukanmu sekali lagi... sungguh aku mencintaimu hinggai detik ini


Rabu, 13 November 2013

COBALAH MENJADI AKU

Kau adalah bagian dari hari hariku, kau menjadi bintang dan menjadi perasaan yang sangat dalam. Aku mencintaimu dan aku sangat berharap kelak kau menjadi bagian yang teramat penting dalam hidupku. Aku ingin kau tetap menjadi bidadari dalam setiap khayal dan mimpiku.

Aku begitu mencintaimu hingga kugantungkan semua harapanku padamu. Semua harapku tentang kebahagian kutitipkan padamu. Sayangnya semua itu tetap kau anggap biasa seoalah aku hanya selaksa yang tidak berharga, kau mengacuhkan semau anganku, kau memilih untuk tidak melihatku....

Kau tidak mungkin tidak tahu jika aku begitu mencintaimu, aku sudah mengatakan semua berulang kali, dan berulang kali juga kau menutup matamu untukku. Aku memang bukan mahluk yang indah bukan juga mahluk yang sempurna tapi apakah aku begitu hina untukmu ? Hingga kau terus mengabaikanku ? entahlah.

Senyummu adalah teduh dalam perihnya hidupku dan ceriamu adalah panggung tawaku. Sekarang, tanpa ucapan, tanpa lambaian tangan, kau memilih pergi dan menghilang. Aku tidak tau bagaimana aku mencari keberadaanmu sekarang. Hanya tangis rindu yang kini setia menemani dalam malamku, aku merindukanmu dan aku begitu berharap kau datang dan mengatkan ini semua hanya mimpiku. Aku tidak pernah berharap kau akan pergi, sungguh aku tidak pernah berharap itu.
 
Apa kau tahu, jika saja aku bisa meminta langsung pada Tuhan, aku akan meminta untuk tidak pernah bertemu denganmu dan mengenalmu, sungguh ini terlalu berat untukku. Aku tidak ingin mendengar ucapan manismu saat kau memanggil namaku, aku tidak ingin ada tawamu dalam hari hariku. Jika pada akhirnya semua itu hilang dan tak berbekas seperti ini.

Aku begitu lelah. Itulah perasaanku tapi apakah kau perduli ? Jelas tidak, sebab aku tidak pernah ada di hatimu kan ?


Cobalah sebentar menjadi aku, agar kau mengerti betapa sakit dan lelahnya berjuang dalam pusaran ketidakpastian..

Kamis, 03 Oktober 2013

CINTA TIDAK BUTUH UCAPAN

      Tawamu adalah hal terindah dalam hariku.  Bagian yang setiap waktu selalu kunanti. Hari hari ini tampak begitu menyenangkan, dengan tawa itu dunia seolah menyerah, dunia seakan berhenti dari perederaannya.

     Siang itu, seperti biasa aku menjemputmu, mengajakmu makan siang ditempat biasa, setelah itu kita keliling kota dan bercerita tentang semua hal yang menurut kita luar biasa, kaupun tampak normal tertawa dan tertawa, sungguh aku begitu bahagia melihat itu semua.

    Waktu sepertinya mulai curang terhadap kita, buktinya setiap kita bersama waktu terasa begitu cepat dan cepat, tidak normal menurutku. Didepan pagar rumahnya yang begitu tinggi itu aku mematikan mesin mobil bututku, VW kodok yang sudah uzur.

“apa kau pernah jatuh cinta ?” tanyamu lirih sebelum turun
“pernah dan itu.......”
“aku sedang jatuh cinta, apa yang akan kau lakukan jika sedang jatuh cinta ?”

     Aku diam.....  kubiarkan pertanyaan bodoh itu tidak terjawab, entah kenapa hati ini terasa begitu kaku saat kata kata itu meluncur tanpa beban dari mulutmu, aku tahu kau bukan jatuh cinta denganku. Aku begitu ingat tiga bulan lalu saat aku menyatkan cinta kepadamu, kau bilang “Hei.. aku tidak akan pernah bisa jatuh cinta kepadamu”  itu menjadi kata kata terbaik yang hingga detik ini masih aku ingat dengan jelas.

“Hei... apa yang akan kau lakukan saat jatuh cinta ?” tanyamu lagi
“Ehh sudahlah aku pulang dulu, sudah malam begini”  sengaja aku menghindar dan memilih untuk pergi
Aku menghela nafas panjang, harus berapa lama lagi aku berjuang ? harus berapa lama lagi aku menunggu ?  tidak kah kau mengerti aku juga mencintaimu ?

   Luka luka kecil ini juga kelak akan menjadi besar kan ? dan apa bisa kau mengobatinya ? kau lah penyebab semua luka kecil ini. Saat aku begitu mencintaimu, kenapa kau malah mencintai orang lain ?

   Aku begitu bahagia saat kau tertawa bersamaku, semua tampak begitu menyenangkan, aku tidak pernah ingin kebersamaan ini berakhir, apalagi dengan cara seperti ini. Tapi apa kau juga akan mengerti  jika aku juga mencintaimu ? seperti kau mencintai orang lain terseabut ?

    Entahlah aku hanya bisa berharap, kelak kau akan mengerti tanpa pernah kuucapakan lagi, bahwa disini, aku masih begitu mencintaim. Mungkin benar cinta tidak butuh ucapan, biar hati yang berbicara dan hati yang mencerna.

Sabtu, 27 Juli 2013

HATI YANG BEKU ? BENARKAH ?

Mungkin, kini aku mulai merasa jenuh dengan semua ini, aku selalu memberikan yang terbaik yang aku miliki, semua waktuku dan semua harapanku. Aku tahu semua ini mungkin hanya sampah bagimu, kita tidak pernah benar-benar memilki suatu hubungan, kita hanya selalu bersama dan saling tertawa, tidak pernah ada cinta diantara kita atau mungkin tepatnya kau tidak pernah mencintaiku, entahlah.

Saat kita bersama, aku adalah orang  yang paling bahagia, bisa melihat tawamu dan bisa menghabisakan waktu bersamamu adalah hal yang menakjubkan untukku. Tapi tidak halnya denganmu, aku masih bisa melihat kebohongan dimatamu, aku masih bisa melihat kepalsuan diatas tawamu itu.

Perlahan waktu mulai menunjukan sihirnya, aku menyatakan sesuatu yang seharusnya tidak aku sampaikan, aku menyatkan  cinta kepadamu meski aku sudah tahu jawabannya aku hanya ingin mencoba, tidak lebih, aku tidak pernah terlalu berharap pada kondisi ini, aku sadar diri. Jawaban atas pernyataanku tidak mengagetkan, benar kau menolakku dan tidak ingin membahasnya lagi, aku bisa terima tapi jelas sebagi seorang yang mempunyai hati aku merasa begitu sakit.

Aku diam dan diam, karna itulah caraku untuk menetralisir semua keadaan yang begitu sakit ini, kau seolah mengerti akan diamku dan mulai menjelaskan alasanmu, bahwa hatimu masih terlalu beku untuk menerimaku, hatimu masih tertinggal dimasalalu, itu katamu. Aku coba mengerti dan memahi hal aneh itu. Kenapa kau bisa kalah dengan masalalu ? dan kenapa aku tidak bisa menjadi hangat untuk hati yang beku itu ? kenapa ?
Beberapa bulan setelah hari “besar” itu kita masih bersama dan masih seperti biasa, tidak ada yang aneh, semua normal, hingga hari itu tiba hari dimana kau tampak aneh, kau tampak lain, kau bukan yang biasa aku kenal, kau begitu bahagia, itu terlihat dari semua statusmu di BBM,TWITTER dan FB mu, dalam benakku aku bertanya, ada apa denganmu ? hal besar apa yang terjadi padamu ? apakah ? ahh aku tidak pernah bisa berfikir buruk ttgmu.

Kau mulai menghilang dari hariku dan mulai menemukan kebahagian lain, kau mulai menemukan tempat baru untuk tertawa, apakah ini pertanda aku akan hancur ?

Kenyataan ini mulai memaksaku untuk mencarimu, semua tempat yang biasa kita datangi dulu, aku datangi untuk memastikan keberadaanmu, berhari aku mencari sosokmu tak jua aku temui. Benarkah kau sudah melupakanmu ? benarkah kau sudah menemukan kebahagian lain ? lantas selama ini apa ? hatimu yang beku ? hatimu yang teritinggal bagaimana ?


Dimanapun keberadaanmu, aku tidak perduli, aku akan tetap mencari hingga kepastian hati itu kudapatkan.

Senin, 22 April 2013

MENCOBA LARI

Aku mengenalmu dengan begitu sederhana lalu mencintaimu dengan begitu luar biasa,suatu  hal yang tidak bisa aku jelaskan adalah kenapa aku begitu mencintaimu. Sampai detik inipun aku tidak bisa menjelaskan dengan nalarku kenapa aku begitu mencintaimu. Hal yang aku pahami adalah aku begitu takut kau melepaskaku :')

Kau datang dengan sejuta harap dan angan, membawa hati ini terbang layaknya burung yang sedang menglilingi angkasa. Aku begitu bahagia awalnya, kau membawa semangat yang begitu berlipat, membawa kehangatan dalam nafas ini dan membawakanku surga;Cinta.

Namun itu tidaklah lama, kau berubah dengan begitu cepat kau tampak aneh di hari itu. Kau mulai meniupkan aroma perpisahan, dan benar saja kita berpisah dalam jarak dan dalam waktu yang begitu singkat. Aku tidak percaya awalnya, apakah ada orang lain dalam hubungan kita ? Entahlah. Aku begitu mempercayaimu jadi hal-hal seperti itu tidak pernah terfkirkan olehku.

Sekarang, kita telah berdiri masing masing, tanpa saling menopang dan menjaga. Terasa begitu berat, terasa begitu sulit, aneh dan perih. Namun semua keyakinan ku padamu tidak pernah runtuh, kau tetaplah wanita yang paling luar biasa dimataku dan juga hatiku, kau memberiku banyak pelajaran bahwa tak melulu cinta yang kau perjuangkan bakal indah, ada masanya kau merasakan sakit juga. Sekarang aku akan mencoba menepi dan mencoba lari dari bayanganmu, sudah cukup kurasa semua usaha ini, aku bukan menyerah untuk memintamu kembali namun aku tahu kau memang tak butuh aku kembali.

Aku tahu kau sudah tampak bahagia sekarang, itu tujuanku memang, membuatmu bahagia. Namun jika bahagia itu tidak bersamaku, tak mengapalah aku akan belajar mengikhlaskan dan mencoba menepikan bayangan akan dirimu. Terima kasih atasa waktu yang teramat singkat ini, jujur saat menulis tulisan ini aku masih begitu mencintaimu dan masih memasang fotomu di meja kerjaku, kau lah semangatku :')

Untukmu wanita yang kian jauh dari pelupuk mata namun tetap menyisakan rindu dan cinta di hati, untukmu :)

SENJA SENDU

Aku menatap langit senja
Menepi dari derai dan gusar
Senja yang pilu
Senja yang sendu

Wahai senja adakah tawamu bisa mengusiku ?
Adakah hangatmu bisa menerpaku ?

Derai peluk dari sang senja yang pilu dan sendu
Menerpa setiap inci dari sendi
Mengait batin yang kian sunyi
Mencubit mimpi yang kian pedih

Senja yang Sendu....
Mencoba menghangatkan namun tetap angkuh,
mencoba mendamaikan namun tetap kukuh
Nasib senja yang kian sendu dan pilu

Tertawa dan ditertawai
Terdiam namun di kangkangi
Biarkan ini tetap menjadi derai perih
Dan biarkan ini tetap menjadi senja yang sendu...

Minggu, 07 April 2013

JALANAN INI SEPI

Aku menapaki setiap jengkal kehidupan tanpamu sekarang, tanpa semangat, tanpa tujuan dan tanpa gairah. Aku tidak mengerti dan bahkan tidak mampu menterjemahkan arti dari setiap langka ini, masih ada banyangan mu di setiap sisi langkah ini. Apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku lakukan, aku tidak pernah bisa mengerti. Entahlah.... kehilangan kamu itu benar-benar berat.

Aku merasakan kekosongan yang begitu hebat, kegusaran yang begitu dalam dan masih merasakan keterikatan batin denganmu, iya aku masih merasakan itu semua. Meski aku tahu, kau sudah melupakan setiap inci dari kenangan kita. Setiap deru nafas ini dan derap jantung ini, namamu dan namamu yang selalu berhembus dan berdetak. Kau tidak mengerti betapa beratnya melupakanu.

Aku melalui jalanan yang begitu sepi semenjak kau melepaskanmu, aku terguncang hebat. Kadang tanpa sadar saat mengingat kebersamaa kita, air mata ini jatuh tanpa aku sadari. Aku begitu lemah sekarang, setiap pagi dan setiap hariku hanya ada awan mendung yang menyelinap dan membuat hujan dalam relung hampa ini.

Apa yang bisa aku lakukan sekarang ?
Aku ingin bisa tertawa sepertimu, aku ingin melangkah sepertimu, yang sepertinya tidak merasakan kesakitan layaknya aku yang terjerembab dalam luka yang begitu dalam dan begitu perih.

Namun aku tidak bisa, aku tidak bisa melupakan setiap hal tentang kamu begitu mudah, aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan itu, aku masih mencintaimu dengan segenap usaha dan doa ini., bisa kau mengerti tentang hal itu sedikit saja ?

Entahlah, satu hal yang aku lihat dan yakini sekarang adalah, kau mencintainya.... dan aku tetap disini mencintaimu, sampai kau bisa melihat hal itu :)